Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menindaklanjuti kebijakan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri dengan bersiap menyelenggarakan rapat koordinasi dengan perangkat daerah (PD) terkait.

Wakil Ketua III Sargas Penanganan Covid-19 Kota Depok Sri Utomo mengatakan, dalam rapat koordinasi nanti akan dibahas secara teknis tugas dari PD agar penyelenggaraan pembelajaran bisa dilakukan secara tatap muka di semester genap tahun ajaran 2021.

“Masih ada waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan hal ini. Nanti kita gelar rapat, khususnya bersama Dinas Pendidikan (Disdik) juga Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok,”katanya, kemarin.

Sri Utomo mengakui, penyelenggaraan sekolah tatap muka membutuhkan kerjasama dan sinergisitas PD terkait. Tujuannya tentu agar tidak terjadi klaster Covid-19 di sekolah.

Ketika sekolah tatap muka berjalan, kata Sri, satuan pendidikan harus memastikan tidak terjadinya kerumunan.

Kegiatan belajar juga dikhususkan untuk mata pelajaran akademik dengan kapasitas ruangan diisi maksimal 50 persen.

“Tidak ada kegiatan ekstrakurikuler, setelah sekolah selesai murid-murid harus langsung pulang. Sekolah juga tidak membuka kantin, para pelajar menyiapkan bekal sendiri,” tuturnya.

Tak hanya di lingkungan sekolah, proses datang ke sekolah pun tidak boleh berkerumun.

Seperti saat berada di kendaraan umum, itu sebabnya, Sri mengatakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok nantinya harus memikirkan terkait pelaksanaan teknisnya.

“Ke depan kita akan menjadwalkan rapat, sambil kita juga menunggu Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai penjelasan secara detail tugas PD dalam penyelenggaraan sekolah tatap muka,” pungkasnya.