DEPOK – Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok yang memiliki konsen tinggi terhadap implementasi pembangunan berbasis hak anak.

“Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan program unggulan pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI. Program ini juga dilandasi secara hukum oleh deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM),” ungkapnya, Senin (23/11/2020).

Lebih lanjut Dedi mengatakan, KLA mencerminkan sebuah wilayah yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya.

“Komitmen ini menyangkut peranan pemerintah, masyarakat, media, dan pelaku usaha secara menyeluruh dan berkelanjutan,” paparnya.
Sejak 2017 hingga saat ini, katanya lagi, Kota Depok telah mendapatkan penghargaan KLA dengan predikat Nindya.

“Hal ini menunjukkan adanya komitmen serius dari stakeholder dalam mewujudkan KLA Ditambah dengan adanya dukungan dari sisi anggaran, baik sifatnya fisik dan non fisik,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini berbagai lini pembangunan juga saling terintegrasi membangun fasilitas ramah anak.

“RW Ramah Anak yang dibentuk sebanyak 528 RW, Sekolah Ramah Anak sebanyak 449 sekolah, hingga 27 Puskesmas Ramah Anak,” paparnya.

Selain itu, ada juga ruang bermain publik, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), dan fasilitas lainnya terus melengkapi kebutuhan anak di Kota Depok.

Dedi menegaskan pembentukan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak merupakan kewajiban bersama.

“KLA identik dengan respons sistem dan lingkungan dalam melakukan upaya perlindungan anak. Maka tidak heran, di berbagai kegiatan Musrenbang, baik tingkat kelurahan dan kota selalu melibatkan forum anak,” katanya.

Hal tersebut bertujuan agar warga juga menyuarakan aspirasi, sehingga pembangunan berjalan lurus dengan menghormati hak anak.