Depok, Ujung Pena – Guna menekan angka kasus konfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kota Depok melaksanakan launching Gerakan 2 Juta Masker. Launching gerakan ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di Aula Kantor Kecamatan Tapos, Kamis (13/08).

Hadir dalam gelaran launching Wali Kota Depok Mohammad Idris, Ketua DPRD Kota Depok TM. Yusufsyah Putra, Dandim 0508 Kota Depok Kolonel Agus Isrok Mikroj, Kapolrest Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida, dan berbagai unsur.

“Arahan Bapak Presiden selama dua minggu ini diintensifkan untuk menggunakan masker. Berdasarkan penelitian, penggunaan masker di tempat publik dan bertemu orang lain bisa mengurangi kurva penularan hingga 50 sampai 60 persen. Intinya bermanfaat dan efektif. Karena itu, sosialisasi ini diharapkan masif dan dilakukan langkah persuasif dengan melakukan pembagian,” tutur Tito Karnavian kepada Harian Sederhana.

Pihaknya berharap pembagian masker tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga memobilisasi potensi masyarakat yang mampu, mulai dari perusahaan, pabrik, hotel, instansi, dan berbagai unsur lainnya. Hal ini dimaksudkan terbangunnya kegotongroyongan agar masyarakat yang tidak mampu memiliki dan memakai masker.

“Depok menjadi salah satu yang perlu perhatian karena dekat dengan episentrum Jakarta, dekat dengan Bogor yang jumlah penduduknya lebih dari 4 juta orang, dan tingkat mobilitasnya sangat tinggi,” katanya.

Gerakan ini, katanya lagi, juga perlu terintegrasi dengan wilayah yang berdampingan, yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Tangsel. Tujuannya adalah agar tidak ada pingpong (perpindahan) kasus konfirmasi positif dari satu daerah ke daerah lain.

“Maka perlu ada keserentakan dalam pola pikir dan tindakan agar tidak terjadi yang satu selesai pindah ke yang lain dan seterusnya,” katanya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Dalam Negeri karena menjadikan Depok sebagai titik kunjungan pertama, setelah ada arahan dari Presiden RI terkait gerakan bermasker di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini karena sudah kurangnya kesadaran dan kedisiplinan untuk menggunakan masker. Kita akan menggunakan jaringan yang ada, tidak hanya aparatur, TNI, Polri, tetapi juga seluruh ormas, lembaga, komunitas, hingga pemangku kepentingan di bidang keagamaan, sosial, dan budaya untuk menyadarkan masyarakat memakai masker,” katanya.

Pemkot berharap akan semakin tingginya kesadaran masyarakat agar tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran di masyarakat dalam penggunaan masker.

“Terima kasih atas perhatian kepada Kota Depok. Akan semakin kita gesa kembali dan akan kita perbanyak program-program yang tidak mengundang kerumunan orang banyak untuk bisa mengurangi angka penularan Covid-19 hingga 0 kasus,” pungkasnya. (Lk)