Depok, Ujung Pena – Gedung Pramuka Depok di kawasan Grand Depok City (GDC), Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok diresmikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Rabu (19/8).

Pembangunan gedung terdiri dari tiga lantai menghabiskan anggaran Rp5,7 miliar dari APBD Kota Depok tahun 2019

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, selama 22 tahun Kota Depok belum memiliki gedung Pramuka, tapi kini sudah berdiri gedung.

“Kalo kita mencermati Dasa Darma Pramuka ada tiga kata kunci. Pemikiran saya Pramuka itu tangguh, setia dan terampil,” ujar Wali Kota Depok.

Tangguh, lanjut dia berarti kuat, setia berarti kesetiaan pada negara dan sebagai anggota Pramuka terampil,” tuturnya.

Dirinya bercerita saat kelas 4 di pesantren, waktu itu sudah menjadi penegak di Ponpes hanya memiliki uang Rp10 ribu, namun bisa ke Jawa. Modalnya kesetiakawanan Pramuka di setiap daerah. “Ini sebuah solidaritas anggota Pramuka,” papar Mohammad Idris yang juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Kota Depok.

Pembangunan gedung ini, lanjutnya, merupakan bentuk perwujudan dan apresiasi pemerintah atas semangat anggota Pramuka Kota Depok. Dirinya berharap dengan adanya fasilitas tersebut, kegiatan kepramukaan semakin eksis ke depan.

“Semoga gedung ini juga bermanfaat untuk seluruh anggota Pramuka dalam menjalankan aktivitasnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok, Elin Siti Fatimah mengatakan, gedung yang dibangun terdiri dari tiga lantai. Dengan luas bangunan 900 meter persegi dan luas lahan 2.470 meter persegi.

Dia menambahkan, biaya pembangunan Gedung Pramuka menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. Dengan nilai Rp 5,7 miliar.

Hadir pada acara tersebut, Kwarcab Pramuka Kota Depok, Nina Suzana, Kwarcab Paramuka Jawa Barat, Setiawan, Kwarcab Kabupaten Bogor, Agus, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Hestiyana, para camat dan lurah. (Lk)