Depok, Ujung Pena – Sebanyak 720 Warga Binaan Rutan Kelas I Kota Depok, mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke – 75 Republik Indonesia.

Kepala Rumah Tahanan Kelas 1 A Kota Depok, Dedy Cahyadi mengatakan 14 Warga Binaan di antaranya dinyatakan bebas namun masih harus menjalani hukuman subsidernya. Sedangkan satu lainnya mendapatkan program asimilasi di rumah.

“Kalau warga binaan yang masuk kategori RU 2 (14 warga binaan), harus menjalani atau membayarkan subsidernya maka dia bisa langsung pulang,” ucapnya pada Senin (17/8) petang.

Menurut dia jumlah warga binaan yang memperoleh remisi, bisa bertambah pihak Rutan masih menunggu hasil vonis dan eksekusi untuk diusulkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Ini bisa sampai bulan depan karena memang yang 6 bulan, menjalani masa tahanan dan sudah putus tinggal eksekusi. Jadi ini belum final, masih ada potensi bertambah warga binaan yang mendapat remisi,” katanya.

Dedy menerangkan, besaran pengurangan masa tahanan terhadap warga binaan bermacam – macam. Namun intinya harus melampaui beberapa persyaratan utama yaitu berkelakuan baik dan sudah menjalani enam bulan pidana.

Kemudian, bagi tahanan yang masuk dalam kategori PP 99 seperti narkoba, korupsi, terorisme belum bisa memperoleh remisi.

Pasalnya mereka harus memenuhi persyaratan Justice Colaborator (JC).

“Sementara untuk tahanan anak, ada 25 orang lebih, nanti kita akan pajang siapa saja yang dapat remisi karena ini belum selesai Minggu depan kemungkinan kita keluarkan susunannya, kita tunggu vonis dan eksekusinya turun untuk diusulkan,” ujarnya.

Selanjutnya Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna yang menghadiri serah terima remisi tersebut mengapresiasi pembinaan terhadap para narapidana di dalam Rutan.

Karena, tidak hanya bimbingan sosial warga binaan juga mendapatkan bekal pengembangan kreatifitas yang berguna saat mereka menghirup udara bebas.

“Saya lihat sendiri kreatifitas yang dihasilkan warga binaan seperti seni musik, lukisan, dan kreatifitas lainnya ini menjadi prospek usaha mandiri kedepannya setelah mereka keluar dari penjara,” pungkasnya. (Lk)