Bogor – Pemerintah Kecamatan Ciseeng akan melakukan pengajuan perbaikan dan penambahan fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) terutama di jalan-jalan protokol menyusul maraknya tindak kejahatan yang disebabkan gelapnya jalan.

Upaya pencegahan tersebut dikatakan Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Heri Risnandar.

Heri menjelaskan, pihaknya akan terus berusaha mengajukan sarana lampu PJU salah satu tujuannya adalah untuk memberi kenyamanan bagi pengguna jalan sekaligus meminimalisir adanya tindakan kejahatan.

“Pengajuan dilakukan lewat usulan Musrenbang atau jika sangat mendesak bisa melalui surat permohonan langsung ke dinas terkait,” ungkap Heri Risnandar di kantornya, Kamis (18/6/2020).

Dia menjelaskan, Pemerintah Kecamatan Ciseeng juga terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai unit pelaksana teknis dinas (UPTD) termasuk dengan pihak kepolisian.

Heri menambahkan, rencananya hari ini (19/20/2020), akan digelar rapat koordinasi untuk membahas berbagai program pembangunan wilayah sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan.

“Termasuk kami akan bahas soal penambahan dan perbaikan lampu PJU tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat diminta berhati-hati saat melintasi ruas jalan Gerendong-Putat Nutug yang merupakan jalan kabupaten penghubung Kecamatan Ciseeng dengan Kecamatan Rumpin. Pasalnya, dilokasi tersebut saat ini kondisinya sangat gelap karena minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU).

Jalan tersebut diketahui sangat gelap ketika malam sehingga disinyalir menjadi tempat ‘favorit’ para pelaku tindak kriminal, terutama para pelaku pencurian kendaraan bermotor dalam menjalankan aksi kejahatan.

Banyak warga menyebutkan, dilokasi tersebut jika terjadi tindak kejahatan para pelaku tidak segan melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di jalan tersebut atau yang dikenal warga disebut aksi begal.

Kurun waktu 6 bulan terakhir, beberapa kejadian pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan kerap kali terjadi, salah satunya dialami Wumaedi (22), warga Kampung Leuwi Goong RT 01 RW 02 Desa Cibodas Kecamatan Rumpin.

Dia menjadi korban tindak pencurian dengan kekerasan (curas) di sekitar jembatan Gerendong, Desa Putat Nutug Kecamatan Parung, tepatnya pada Selasa (16/6/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.

Wumaedi harus menelan pil pahit karena sepeda motornya berhasil dirampas pelaku kejahatan.

Meski dia berusaha mempertahankan kendaraan miliknya, namun motornya terpaksa diralakan dibawa para pelaku curas. Tangan kanannya bahkan harus terluka akibat bacokan senjata tajam jenis parang yang dibawa kedua orang pelaku begal.

“Jalan ini rawan aksi begal, karena selain agak jauh dari pemukiman warga, juga karena tidak adanya lampu penerangan jalan,” kata Komar Hidayat (43) warga Desa Cibodas Kecamatan Rumpin, Rabu (17/6/2020).

Melansir bogorkita, sebelumnya kejadian curas (begal) sepeda motor juga terjadi di sekitar lokasi yang sama pada awal Januari 2020 lalu.

Saat itu Rabu (8/1/2020) Rudi Sanjaya (21) warga Kampung Bojong Keong, Desa Cibodas Kecamatan Rumpin, harus mengalami nasib sama. Sepeda motornya dirampas dua orang pelaku begal.

Para pelaku juga melakukan tindakan kekarasan kepada korban sehingga mengalami luka bacokan senjata tajam pada bagian punggung sebelah kanan.

Minimnya PJU di Jalan Gerendong-Putat Nutug diakui oleh Kepala Seksi (Kasi) Ekbang Kecamatan Ciseeng, Ade Kurniawan.

Ade mengaku tahun anggaran 2020 ini, Pemerintah Kecamatan Ciseeng telah mengajukan penambahan dan pengadaan PJU untuk beberapa ruas jalan utama.

“Kami sudah ajukan pengadaan PJU baru saat Musrenbang tingkat kabupaten. Semoga saja jumlah ploting PJU yang diakomodir nanti, bisa mencukupi untuk penerangan jalan-jalan utama di Ciseeng,” tandasnya. (ad)