Depok, Ujung Pena
Ambruknya sebuah jembatan di Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas pada Kamis (27/6) malam lalu menyebabkan kemacetan parah terjadi hingga kini, Sabtu (29/6/2019).

Pantauan wartawan di lokasi, empat ruas jalan penjuru yang melintasi perempatan Mampang mengalami kemacetan hingga belasan kilometer. Seperti Jalan Pramuka 1 dan 2 dan Jalan Raya Sawangan di dua arah, semua tidak luput dari kemacetan.

Untuk mengatur arus lalu lintas tersebut, sejumlah anggota kepolisian dari Sektor Pancoran Mas hingga saat ini masih memberlakukan sistem buka tutup, dibantu sejumlah remaja sekitar.

Keadaan diperparah dengan situasi jalan raya yang sangat berdebu, menimbulkan polusi yang luar biasa. Hal itu disebabkan lalu-lalangnya ratusan truk pengankut tanah yang melintas dari beberapa ruas jalan yang ada di Pancoran Mas.

Ditengah musim kemarau seperti ini, lalu lintas truk itu dirasa sangat mengganggu masyarakat sekitar jalan Pramuka, Mampang. Mereka merasa aktifitas truk itu sangatlah berdampak buruk.

Selain mengganggu pernafasan saat diluar rumah, dampak dari aktifitas truk itu juga membuat seluruh bangunan yang ada di sisi jalan Pramuka kotor, tidak pernah bersih.

Salah satu warga Mampang yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sejak ada aktifitas truk pengankut tanah, rumahnya kini semakin berdebu. “kalau di pel, air bekas perasannya merah semua mas,” ujarnya.

Kondisi tersebut dapat dirasakan lebih parah bagi penderita asma. Pernafasan bisa tersengal apabila penderita berada di luar rumah.

“Saya melarang istri saya keluar rumah tanpa pelindung (masker) karena ada oenyakit asma,” tuturnya lagi.

Dia juga berharap pemerintah dapat membuat aturan tentang pengoperasian truk pengangkut tanah itu. Hal itu disebabkan adanya dampak yang sangat merugikan baginya.

“Sudah macet, kini ditambah debu setiap saat. Halaman rumah jadi tidak pernah bersih,” pungkasnya. (Ad)