Bogor, Ujung Pena
Puluhan ton sampah yang menumpuk di Kali Baru Pertigaan Bambu Kuning Bojonggede dibersihkan petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor dalam giat Karya Bakti TNI, Minggu (28/4/2019).

Dibantu puluhan masyarakat sekitar, satuan tugas Dinas PUPR juga dapat pengerahan dari Instansi tersolid di Indonesia, Tentara Nasional Indonesia.

Sebanyak 40 personel TNI dari Koramil 04/Bojonggede diturunkan dalam penanganan Kali Baru itu. Kehadiran prajurit pun sontak menjadi sorotan masyarakat yang melintas.

Jenis sampah plastik mendominasi pencemaran kali irigasi itu secara brutal. Ratusan ribu botol plastik tampak terlihat saat kendaraan berat milik Dinas PUPR jenis amphibi mengeruk sampah dari permukaan kali.

Tidak hanya botol, ribuan sterofom bekas pakai dari berbagai jenis juga ikut menjadikan Kali Baru bak daratan.

Terlihat juga beberapa kasur kapuk ada dipermukaan, bahkan ada juga perabot rumah tangga seperti sofa ikut hanyut dalam lautan sampah di kali itu.

Pemandangan luar biasa itu membuat salah satu staf UPTD Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat yang hadir di lokasi Karya Bakti TNI terperangah.

Ia kaget melihat tumpukan sampah yang luar biasa itu ada di Kali Baru. “Padahal baru 5 bulan lalu dibersihkan, sudah seperti ini lagi sampahnya,” ujarnya.

Dia jelaskan bahwa Kali Baru adalah saluran irigasi untuk mengairi sawah, juga sebagai salah satu cabang pengoptimalan fungsi saluran yang ada disekitar.

Melihat peliknya masalah tersebut, Danramil 04/Bojonggede, Kapten Chk Edy Sugiarto katakan normalisasi kali tersebut adalah target utama.

“Ini adalah sasaran utama saya menjalankan program sejak pertama kali menjabat sebagai Danramil 04,” aku Edy.

Namun katanya, ketersediaan anggaran menjadi hambatan utama dalam menjalankan program tersebut.

“Anggaran untuk normalisasi kali ini ada di Pemerintah melalui Dinas PUPR Bidang SDA. Sebab itulah saya segera berkoordinasi dengan Teritorial Internal Kodim 0508,” ujarnya.

Setelah koordinasi dengan Pasiter, Kapten Inf Ibrahim, Danramil Bojonggede langsung menyambungkan komunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Karya Bakti ini adalah salah satu progran TNI Angkatan Darat, mengikuti program ketahanan pangan. Seperti yang diucapkan Kepala Staf Kodam Jaya, Brigjen TNI Suharyanto saat meninjau normalisasi Situ Gadog beberapa waktu lalu,” kata Edy lagi.

Edy juga sedikit menjelaskan soal Karya Bakti yang biasa dilakukan TNI AD bersama masyarakat. Ia katakan hal tersebut saat berbincang dengan wartawan usai menormalisasi Kali Baru.

“Jadi, Prajurit itu memang dituntut bekerja dengan hati. Itulah yang disebut karya bakti. Tiada uang di saku kami, namun jangan ragukan pengorbanan kami untuk negeri,” ungkap Edy.

Seorang Patriot juga dituntut untuk menjaga keutuhan Indonesia, saat ini hingga kedepan serta tidak boleh menolak panggilan Sang Merah Putih, lanjutnya.

“Lebih baik kami mati daripada melihat Ibu Pertiwi menangis,” ucapnya.

Jadi, lanjutnya, Karya Bakti yang kami lakukan saat ini adalah bentuk cinta kami kepada Indonesia. “Rakyat adalah ibu kandung TNI, itu yang tidak boleh sampai dilupa,”.

“Dalam tubuh TNI tidak diatur untuk mengelola keuangan. Namun sejak lahir, kami, Prajurit TNI adalah benteng utama dari segala ancaman yang datang bagi Ibu Kandung kami, bagi Indonesia,” pungkasnya. (Lk)