Depok, UjungPena
Terhitung lebih dari 20 hari, proyek pembangunan akses konservasi Ciliwung dibiarkan mangkrak tanpa alasan yang jelas.

Pantauan wartawan dilokasi, Tepat diatas jembatan Panus Kecamatan Sukmajaya, Depok, sejumlah material seperti batu kali tampak tergeletak di sisi jalan. Tampak pula hamparan pasir yang mulai menjalar liar akibat terkikis aliran air yang berasal dari hujan akhir-akhir ini.

Proyek akses konservasi Ciliwung yang dikerjakan oleh CV Bams Capital tersebut diketahui menelan anggaran 179 Juta Rupiah dengan masa pengerjaan 40 hari kalender, terhitung sejak 1 Oktober hingga 9 November 2018.

Meski menyisakan waktu 9 hari, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporyata), Wijayanto masih optimis pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, padahal proyek tersebut baru dikerjakan sekitar 10 %.

Harap-harap cemas pun disampaikan Wijayanto melalui pesan dari aplikasi selulernya kepada wartawan. “Doakan selesai ya,” kata Wijayanto, Rabu (31/10/2018).

Ia juga menambahkan akan berikan addendum kepada pelaksana pekerjaan akses konservasi Ciliwung, mengingat pekerjaan tersebut adalah upaya untuk memantau kelestarian dan perlindungan area jembatan Panus.

“Selain memiliki nilai sejarah, akses konservasi juga diadakan untuk lakukan aksi bersih-bersih sungai Ciliwung, agar mudah menjangkaunya,” ujarnya beberapa waktu lalu. (Lk)