Depok, Ujung Pena
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali menyita ribuan botol minuman keras pabrikan tak berizin dalam operasi senyap, Selasa (18/9/2018).

Kali ini sebanyak 2642 botol miras dalam satu mobil boks, disita petugas dari warung kelontong di Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok.

Kepala Satpol PP Depok Yayan Arianto mengatakan pihaknya melakukan tangkap tangan saat sebuah mobil boks yang membawa ribuan botol miras pesanan, hendak diturunkan di warung di kawasan Pasar Cisalak itu.

“Petugas langsung menangkap dan melakukan penyitaan karena pemilik warung melanggar Perda Miras. Tercatat ada 2642 botol miras dalam ratusan dus di mobil boks itu, dan semuanya kami sita itu,” kata Yayan, Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya, Senin (17/9/2018) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok juga berhasil menyita 1.292 botol miras pabrikan dari empat toko kelontong dan sembako di Depok.

Penggerebekan ke empat toko itu dilakukan pihaknya setelah melakukan pemantauan beberapa saat, dan memastikan bahwa di empat toko itu menjual miras.

“Ada 1.292 botol miras yang kami sita dari empat toko Senin kemarin Di satu toko kami sira seribu lebih miras saat miras baru didatangkan dan diturunkan dari mobil boks,” kata Kasatpol PP Depok, Yayan Arianto.

Ia merinci empat toko yang disasar pihaknya dalam operasi miras kali ini adalah toko kelontong di Jalan Dukuh, Pancoran Mas, laku Toko Uki di Jalan Kali Licin, Pancoran Mas, serta Toko Beras dan Toko Murah di Mampang, Pancoran Mas.

“Dari toko di Jalan Dukuh, kami sita 72 botol miras, laldari Toko Uki, kami sita 12 botol miras. Kemudian dari Toko Beras kami sita 1.137 botol miras dan dari Toko Murah, kami sita 71 botol miras,” kata Yayan kepada wartawan Selasa (18/9/2018).

Menurut Yayan selain menyita miras, para pemilik atau pengelola toko di data pihaknya dan nantinya akan diajukan ke pengadilan karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring).

Sebab mereka dianggap telah melanggar Perda Depok Nomor 6 Tahun 2008, tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Dalam perda itu disebutkan bahwa sanksi penjual dan pengedar miras ilegal adalah denda maksimal Rp 50 Juta dan atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan.

“Ini kami lakukan agar ada efek jera kepada mereka,” kata Yayan.

Ke depan kata Yayan pihaknya akan semakin aktif melakukan operasi senyap untuk memberantas peredaran miras di Kota Depok. Operasi kata dia akan dilakukan sewaktu-waktu dan sifatnya mendadak. (Lk)