Perwal Terbit, Depok Laksanakan PSBB

Depok, ujungpena.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus bersiap dalam memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu, 15 April 2020 mendatang.

Keputusan PSBB Kota Depok tertuang dalam surat keputusan wali kota tertanggal 12 April. Yang mana dalam surat bertersebut berisikan masa pelaksanaan pada 15 hingga 28 April 2020.

Kota Depok sendiri sudah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/177/ Kpts/ Dinkes/ Huk/ 2020 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kota Depok yang resmi dikeluarkan hari ini, Senin (13/04).

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan pemberlakuan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan Covid-19 dilaksanakan selama 14 hari. Terhitung mulai tanggal 15 April hingga 28 April 2020.

“Warga Depok atau yang beraktivitas di Depok wajib mematuhi ketentuan pelaksanaan PSBB sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemberlakuan PSBB dapat diperpanjang selama 14 hari sesuai rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok,” tutur Mohammad Idris.

Wali Kota Depok juga mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kota Depok. PSBB diterapkan di daerah kota.

Dalam perwal ini juga mengatur pembatasan aktivitas luar rumah yang dilakukan oleh setiap orang khususnya berdomisili maupun berkegiatan di Kota Depok.

“Warga Depok wajib untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker jika berada di luar rumah. Selama PSBB juga setiap orang dilarang menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (berita hoax),” katanya dalam perwal tersebut.

Sementara itu, pada perwal ini juga mengatur tentang pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

“Selama pemberlakuan PSBB, semua kegiatan pergerakan orang maupun barang dihentikan sementara kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok, kegiatan lain khusus terkait aspek pertahanan keamanan dan kegiatan yang diperbolehkan saat pemberlakuaan PSBB ini,” katanya.

Dalam perwal ini juga mengatur tentang pengguna kendaraan mobil penumpang mobil pribadi. Selama PSBB, pengguna kendaraan mobil pribadi wajib mengikuti aturan atau ketentuan seperti digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok maupun aktivitas lain yang diperbolehkan selama pemberlakukan program tersebut.

“Melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan, menggunakan masker di dalam kendaraan serta membatasi jumlah orang paling banyak 50 persen dari kapasitas kendaraan,” ujar Idris.

Untuk pengemudi ojek online juga dibatasi hanya boleh mengangkut barang dan tidak diperkenankan membawa penumpang selama masa PSBB.

“Ojek online hanya untuk pengangkutan barang, minuman atau makanan,” kata Idris.

Pembatasan jam operasional kendaraan bermotor umum dan angkutan perkeretaapian diatur yakni jam operasional kendaraan bermotor umum dalam trayek dan angkutan perkeretaapian mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Jam operasional kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek dapat beroperasi selama 24 jam.

“Untuk pembatasan jam operasional prasarana transportasi dan fasilitas penunjangnya adalah jam operasional terminal angkutan jalan dan fasilitas penunjangnya mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Untuk jam operasional stasiun kereta api dan fasilitas penunjangnya mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Terakhir, jam operasional halte bus dan fasilitas penunjangnya mulai pukul 06.00-18.00 WIB,” tandasnya. (Lk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *