Idris Perjuangkan Depok Terima BTT Pemprov Jabar

Depok, Ujung Pena
Data kekinian jumlah kejadian bencana banjir dan longsor di Kota Depok tercatat ada 87 titik dengan kerugian sementara tercatat sebesar Rp 9 miliar. Sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih terus melakukan penghitungan kerugian secara menyeluruh.

“Kita baru hitung 50 persen dari total 87 titik bencana dan itu sudah mencapai Rp 9 miliar,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris kepada wartawan usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Senin (06/01).

Selain kerugian materiil, lanjut Idris, bencana longsor di Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere juga menelan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang dan korban luka satu orang.

Perihal recovery, orang nomor satu di Kota Depok ini menyebut ada sejumlah hambatan untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor di Kota Depok. Salah satunya adalah pengadaan barang dan jasa melalui lelang yang membutuhkan waktu lebih lama.

“Misalnya kalau kita mau membenahi bencana longsor seperti penurapan yang memakan anggaran lebih dari Rp 1 miliar, harus dilelang. Nah itu yang sedang kita komunikasikan ke Kementerian Dalam Negeri, kalau bisa ngga usah lelang, biar cepat dikerjakan,” ujarnya.

Idris menyebut, pihaknya mengandalkan Biaya Tidak Terduga (BTT) dari APBD 2020 sebesar Rp 104 miliar lebih untuk recovery paska bencana banjir dan longsor di Kota Depok. Pemkot Depok, kata dia, akan meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memasukkan Kota Depok ke dalam daerah status tanggap darurat bencana.

Tujuannya, agar Pemprov Jabar dapat membantu penanggulangan bencana di Kota Depok melalui BTT Pemprov Jabar.

“Kita sudah minta supaya dikeluarkan SK Gubernur tentang penetapan daerah tanggap darurat bencana banjir dan longsor, supaya penggunaan dana BTT APBD Pemprov Jabar bisa membantu Kota Depok,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Denny Romulo menyebutkan, data yang berhasil mereka himpun dari 87 titik bencana di Kota Depok mulai 01 Januari 2020. Dari data itu, kata dia, terdapat 29 kelurahan di 11 kecamatan se-Kota Depok.

“Ada sebanyak 1306 KK dan 2976 jiwa yang terkena dampak banjir dan longsor se Kota Depok,” kata Romulo. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *