Kapok Bawa Data Penyalahgunaan 104 Miliar Rupiah oleh Eks Wali Kota Depok

Depok, Ujung Pena
Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Depok dalam kasus pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos.

Selain dia, mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto juga turut menyusul sebagai tersangka.

Hal tersebut membuat sejumlah aliansi masyarakat Kota Depok antusias mengawal kasus agar tidak lagi di ‘peti es’ kan. Salah satunya dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Aksi Pemberantasan Organ Korupsi (KAPOK).

Ketua umum KAPOK, Kasno katakan akan membawa data ke Kejaksaan Negeri Depok soal apa yang dilakukan eks Wali Kota Depok tersebut selama masa jabatannya.

“Dalam waktu dekat, saya akan bawakan beberapa catatan mengenai tindak tanduk pak NMI, khususnya soal anggaran,” kata Kasno, Sabtu (1/9/2018).

Kepada wartawan, Kasno beberkan LSM Kapok mempunyai catatan dugaan tindak pidana korupsi oleh NMI.

“Ada anggaran bantuan sosial (bansos) sebanyak 87 miliar yang masih menyisakan misteri, datanya besok akan saya bawa ke Kejari Depok sebagai bukti penguat,” ujarnya.

Selain itu, sambung Kasno, masih ada data tambahan Tipikor yang dilakukan oleh mantan orang nomor satu di Kota Depok tersebut.

“Masih ada data santunan kematian sebesar 17 Miliar yang harus diperiksa, kemana mengalirnya,” tuturnya lagi.

Sebelumnya, ketua LSM Kapok tersebut mengapresiasi kinerja kepolisian khususnya Polresta Depok soal ditetapkannya NMI sebagai tersangka kasus Jalan Nangka, Tapos.

Bahkan, dia melakukan aksi mencukur habis rambut di kepalanya. Lengkap membawa nangka matang dan membagikannya kepada masyarakat. (Lk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *