DBD Telan Korban, Sejumlah Warga Keluhkan Kinerja Pemkot Depok

Depok, Ujung Pena

Sejumlah warga Mampang, Pancoran Mas menyayangkan sikap Pemerintah lewat Dinas Kesehatan Kota Depok yang dinilai kurang perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya Rival (40).

Menurut dia, dinas tersebut kurang peka terhadap sejumlah kasus DBD yang terjadi di Kota Depok

“Pemkot Depok terkesan tutup mata dalam hal penanganan DBD. Pasalnya, fogging di dilakukan setelah ada korban,” kata Rival, Selasa (21/8/2018).

Ia juga pernah menyampaikan terkait pengasapan di wilayah Mampang.

“Pernah saya sarankan ke pak Lurah Mampang, namun katanya bukan wewenangnya. Yang pasti setelah ada korban baru ada tindakan. Apakah harus selalu menunggu ada yang terjangkit?,” Ujarnya.

Melalui penyuluhan, tambah Rival, masyarakat selalu diminta menjaga kebersihan lingkungan.

“Disini lingkungan bersih kok, bukan kawasan kumuh. Jadi alasan tersebut menurut saya kurang tepat,” tegasnya.

Virus dengue yang menyerang hampir 20 warga Kalibaru, Cilodong dan 3 warga Mampang ikut menjadi topik pembicaraannya.

Rival menyayangkan, jika fogging baru diagendakan ditempat yang sudah ada korban terjangkit. Hal itu selaras dengan apa yang diungkapkan Tuti (41), tetangga korban meninggal akibat DBD.

Ia juga menuturkan, sudah seharusnya dinas kesehatan lebih peduli. “Seharusnya ada upaya pencegahan, jangan sampai menunggu korban,”.

Ia jelaskan, pergantian musim harusnya sudah menjadi agenda, dimana kesehatan masyarakat perlu perhatian khusus.

Menanggapi adanya korban akibat DBD di Mampang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati katakan akan lakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

“Kapan kejadiannya? Nama dan alamatnya, biar tim dari Puskesmas konfirmasi ke tempat tersebut,” kata Lies via selulernya. (Lk)

REDAKSI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *